banner 728x250

Bupati Sidoarjo Serahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, Peringati Hari Pahlawan, Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara Bendera dan Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Kuatkan Kapasitas Wartawan Sekaligus Ajak Tuntaskan Permasalahan Sampah Sungai Kuatkan Kapasitas Wartawan Sekaligus Ajak Tuntaskan Permasalahan Sampah Sungai Bersama Pemkab Sidoarjo

banner 120x600
banner 468x60

BARMIDNEWS, SIDOARJO – 768 PNS Pemkab Sidoarjo memperoleh penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan atas dedikasi dan pengabdian PNS tersebut diserahkan langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi di Mal Pelayanan Publik/MPP Sidoarjo, Senin, (10/11).  

Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan penghargaan Satyalancana Karya Satya bukan hanya sekadar seremoni. Namun bentuk nyata pengakuan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian seorang PNS dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

banner 325x300

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, integritas, dan komitmen yang tulus tidak pernah luput dari perhatian,” ucapnya.

Oleh karenanya ia sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penerima tanda kehormatan tersebut. Menurutnya pengabdian selama 10, 20 tahun bahkan 30 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

“Di balik angka itu, ada semangat, ketekunan, dan pengorbanan yang patut kita apresiasi,” ujarnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi sendiri yakin kemajuan Kabupaten Sidoarjo hari ini tidak terlepas dari kontribusi seluruh ASN Sidoarjo. Birokrasi yang semakin transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat  dapat diwujudkan melalui kerja sama, semangat gotong royong, dan profesionalitas seluruh ASN. Namun tantangan ke depan semakin besar. Pelayanan publik harus makin cepat, tepat, dan responsif.

“Untuk itu, saya berharap kepada seluruh ASN, khususnya para penerima penghargaan hari ini agar terus menjadi teladan dalam sikap dan kinerja, menjadi inspirasi bagi rekan kerja dan generasi ASN berikutnya,” ucapnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta penghargaan yang diterima dapat dijadikan sebagai pemicu semangat baru.  Semangat untuk terus berinovasi serta meningkatkan kedisiplinan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri berkomitmen untuk terus mendorong birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan.

“Mari kita lanjutkan semangat pengabdian ini bersama-sama, demi terwujudnya Sidoarjo yang makin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ajaknya.

Terakhir Bupati Sidoarjo H. Subandi ucapkan selamat kepada para penerima Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut dapat dijadikan kebanggaan sekaligus pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu dihargai  oleh negara dan oleh masyarakat.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian bagi Kabupaten Sidoarjo Tercinta,”sampainya.

Hari Pahlawan 10 November 2025 diperingati Pemkab Sidoarjo dengan menggelar Upacara Bendera di halaman Mal Pelayanan Publik/MPP Sidoarjo, Senin, (10/11). Upacara yang berlangsung khidmat dipimpin langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi. Upacara Bendera yang dihadiri Forkopimda Sidoarjo itu diikuti ratusan peserta mulai TNI, Polri, PNS, Mahasiswa dan Pelajar.

Bupati Sidoarjo H. Subandi membacakan sambutan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Oleh karenanya ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa.

Pertama tentang kesabaran para pahlawan. Disampaikannya mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ucapnya.

Kedua tentang semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Disampaikannya bahwa setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

“Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.

Ketiga tentang pandangan jauh ke depan. Menurutnya para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang serta untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Mereka juga menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah. Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Bagi para pahlawan menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. 

“Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ucapnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi juga menyampaikan bahwa saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangat perjuangan tetap sama yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Menurutnya semangat inilah yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak dan berdampak,” sampainya.

152 orang wartawan Sidoarjo diajak Kunjungan Kerja/Kunker ke Yogyakarta. Disana, Pemkab Sidoarjo tidak hanya ingin menguatkan kapasitas mereka. Namun dari sana, mereka akan diajak untuk menuntaskan permasalahan sampah sungai di Sidoarjo. Oleh karenanya Kali Code menjadi tempat Kunker Insan Pers di Yogyakarta yang digelar selama tiga hari itu, 5-7 November 2025.

Hari pertama dan kedua dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Mereka diberikan wawasan dalam menghadapi dinamika  dunia jurnalistik yang semakin digital, cepat dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Hal itu sesuai tema yang diambil Dinas Kominfo Sidoarjo pada Kunker Insan Pers tahun ini, yakni “Dari Wartawan untuk Wartawan:  Jurnalisme Adaptif dan Inovasi Digital untuk Pelestarian Lingkungan”.

Kegiatan yang dilakukan di Balroom Hotel Royal Darmo Yogyakarta tersebut menghadirkan tiga narasumber. Antara lain Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastutik, Plt. Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi Farida Dewi Maharani serta Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.

Setelah itu dilakukan diskusi tematik antar wartawan. Seluruh ketua organisasi wartawan di Kabupaten Sidoarjo dihadirkan. Antara lain ketua PWI, ketua JOSS, ketua FORWAS, ketua IJTI, ketua AJS, ketua AWOS, ketua SWI serta ketua PWDPI dan ketua KJJT. Diskusi tersebut tidak hanya untuk memperkuat kolaborasi antar wartawan serta antara insan pers dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saja. Namun lewat kegiatan itu mereka diajak membangun Kabupaten Sidoarjo semakin maju dan berkembang.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan tugas wartawan tidak hanya menyampaikan pemberitaan saja. Namun juga dapat sebagai agen perubahan sosial. Salah satunya dengan mendukung pelestarian lingkungan. Oleh karenanya mereka sengaja diajak studi kasus di Kali Code Yogyakarta.

“Melalui studi kasus di Kali Code kali ini akan memberikan inspirasi dan praktik baik tentang jurnalisme lingkungan,”ucapnya.

Eri juga menyampaikan bahwa studi kasus Kali Code Yogyakarta kali ini adalah langkah nyata untuk belajar pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Ia melihat peran komunitas terhadap kasus Kali Code terbukti mampu mengubah kawasan kumuh menjadi ruang hidup yang lestari dan humanis. Hal itu yang nantinya diharapkan dilakukan komunitas wartawan Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya berharap pengalaman ini menjadi inspirasi rekan-rekan wartawan Sidoarjo untuk melahirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan,”harapnya.

Ia juga berharap melalui kegiatan kali ini insan pers Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh pengalaman baru dan membawa pulang inspirasi untuk mengembangkan praktik jurnalisme yang berdaya guna, adaptif, dan berwawasan lingkungan.

“Semoga kegiatan kunjungan kerja ini memberikan manfaat nyata bagi insan pers dan turut berkontribusi pada pembangunan Sidoarjo yang  informatif, inovatif dan lestari,”harapnya.

Sementara itu pemerhati Kali Code Harris Syarif mengatakan bahwa tidak mudah mengubah wajah Kali Code. Dahulu kondisi Kali Code sangat kotor. Bahkan saking kotornya pernah dijuluki sebagai WC terpanjang didunia.

“Alhamdulillah kami dari pemerhati Kali Code berinisiasi memberikan edukasi masyarakat, masyarakat kami edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan, salah satu caranya kami arahkan rumah warga untuk langsung menghadap sungai yang menjadi halaman rumahnya, mereka akan malu jika terasnya kok banyak sampah,”ucapnya.

Harris juga bersyukur upaya mengubah wajah Kali Code mendapat dukungan kelompok masyarakat. Seperti dukungan dari kelompok Bank Sampah maupun kelompok Tani serta komunitas reptil.

Menurutnya kelompok-kelompok masyarakat seperti ini memiliki andil besar terhadap perubahan Kali Code. Semisal yang dilakukan Kelompok Bank Sampah Masyarakat Jogja Sejahtera atau Mas JoS. Kelompok tersebut tidak hanya mampu mengolah sampah Kali Code menjadi produk bernilai ekonomis. Namun mereka juga ikut melakukan kegiatan bersih-bersih bantaran Kali Code setiap pekannya.

Begitu pula yang dilakukan Kelompok Tani Teras Hijau yang berhasil mengubah bantaran Kali Code tampak asri.  Kelompok tani itu juga mampu menghidupkan perekonomian warga Kali Code lewat program budidaya pertanian sayur dan jagung serta budidaya ikan lele.

“Disini juga ada komunitas reptil, mereka mampu membuat warga Kali Code merasa aman dari keberadaan satwa liar seperti ular maupun biawak karena disini sering ditemui ular kobra maupun piton,”ucapnya. RF

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *